Penggunaan Antibiotik Untuk Jerawat dan Penyakit Kulit Lainnya

Acne atau yang lebih dikenal dengan jerawat memang menjadi perhatian besar para remaja saat ini. Jerawat menciptakan ketidaknyamanan bagi remaja dan merusak harga diri mereka. Artikel ini membahas pengobatan jerawat menggunakan antibiotik. Antibiotik topikal dan antibiotik oral yang dijual di apoteker online ini digunakan untuk mengobati jerawat pada remaja. Antibiotik topikal adalah antibiotik yang digunakan secara eksternal di atas kulit. Eritromisin, klindamisin atau tetrasiklin adalah beberapa bentuk antibiotik yang sangat umum digunakan untuk tujuan yang sangat spesifik ini. Antibiotik ini membunuh bakteri di folikel yang tersumbat sehingga menyebabkan jerawat. Dalam sebagian besar kasus pada orang dengan kulit wajah sensitif, dokter menyarankan antibiotik topikal karena antibiotik itu sendiri adalah obat yang harus diberikan pada kasus jerawat parah. Pilihan obat ini menghindari kemungkinan efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh antibiotik, salah satunya adalah sakit perut.

Antibiotik topikal membatasi timbulnya jerawat meradang. Hanya gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Antibiotik oral yang paling umum digunakan termasuk eritromisin, tetrasiklin: yang mencakup oksitetrasiklin, doksisiklin, minosiklin dan lymecycline. Dalam beberapa kasus trimetoprim juga digunakan untuk mengobati jerawat. Antibiotik akan mengurangi dan menghilangkan bakteri penyebab jerawat, namun tidak melakukan apa pun untuk mengurangi sekresi minyak dan penyumbatan folikel.

Salah satu penyebab jerawat adalah sekresi minyak dan hal ini yang perlu dipantau secara ketat dengan menjaga kebersihan dengan baik daripada hanya bergantung pada antibiotik. Ini karena antibiotik hanya bertindak sebagai penghilangan bakteri sementara. Jerawat dapat muncul kembali beberapa hari setelah antibiotik topikal dihentikan atau beberapa minggu setelah antibiotik oral dihentikan jika kebersihan yang tepat tidak dipertahankan.

Antibiotik topikal biasanya akan diberikan berbarengan dengan pemberian antibiotik oral. Anda harus mengoleskannya pada kulit Anda di area yang terinfeksi untuk menyembuhkan jerawat pada kulit Anda, dan Anda harus melakukannya sebanyak 2 kali dalam sehari.

Eritromisin juga merupakan nama umum di antara antibiotik topikal, seperti halnya tetrasiklin. Nama dagang lain dari obat ini adalah stiemycin dan clindamycin. Mereka tampaknya memiliki efek yang hampir sama dengan jenis oral, tetapi mereka memiliki satu keuntungan – mereka tidak menyebabkan sakit perut sebagai efek samping, yang membuat mereka lebih baik jika Anda bermasalah dengan efek samping tersebut.

Antibiotik bertanggung jawab untuk mengendalikan jerawat melalui pembatasan produksi P. acnes (Propionobacterium) dalam tubuh. Bakteri ini dikenal sebagai penyebab utama produksi jerawat dan untuk mengurangi peradangan. Anda dapat pergi untuk ke dokter dan mendapatkan pengobatan dengan antibiotik dalam kasus jerawat sedang sampai parah setelah berkonsultasi dengan dokter kulit Anda. Setelah Anda memulai perawatan, penting untuk melanjutkannya sampai dokter meminta Anda untuk menghentikannya. Jangan berhenti menggunakan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kebanyakan orang berpikir bahwa jika jerawat telah mereda, itu berarti mereka sembuh. Namun, pendapat ini tidak tepat. Ketika jerawat mereda, itu merupakan indikasi bahwa obat-obatan melakukan tugasnya dengan benar. Oleh karena itu, jika Anda berhenti begitu Anda melihat jerawat Anda sedang mereda, maka jangan kaget ketika jerawat Anda akan kembali meradang.

Demikian pula, membeli dan meningkatkan dosis obat tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda tidak akan membersihkan kulit dengan cepat. Bahkan, ini juga dapat menyebabkan efek samping tertentu. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan dan iritasi folikel. Jika Anda memiliki banyak komedo hitam dan komedo putih, Anda dapat menggunakan perawatan topikal yang akan membuka pori-pori dan membuat Anda daapt membersihkan komedo tersebut dengan mudah.